PADANG, METRO—Pemko Padang menggandeng semua pihak untuk memastikan transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan maksimal.
Hal itu ditegaskan Wali Kota Padang, Fadly Amran saat melakukan peninjauan lapangan ke Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Selasa (6/1). Di lokasi tersebut telah terdapat posko bantuan bersama yang didirikan Yayasan Dareliman Peduli dan UPI YPTK.
Wako ikut melihat langsung penanganan dampak bencana banjir bandang yang dilakukan Yayasan Dar el-Iman Peduli bersama UPI YPTK Padang, di kawasan Mushalla Nurul Ihsan, Kelurahan Gurun Laweh itu.
Relawan di posko tersebut tidak saja menyalurkan bantuan untuk korban tapi juga ikut membantu melakukan perbaikan terhadap aliran sungai dan rumah warga terdampak.
Fadly Amran menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Darel-Iman dan UPI YPTK yang telah berkontribusi dalam penanganan bencana baik pada masa tanggap hingga pascabencana. Bantuan yang diberikan antara lain, dengan mengerahkan alat berat, serta pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat.
“UPI YPTK dan Yayasan Dareliman Peduli bersama para relawan dalam membantu warga sangat kami apresiasi. Kerjasama berbagai pihak ini untuk memastikan masa transisi pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana berjalan dengan baik,” kata Fadly Amran.
“Kita apresiasi dan kita doakan bersama. Semoga segala ikhtiar seluruh pihak yang sejak awal berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam perjuangan tanggap darurat hingga proses pemulihan yang saat ini sedang kita jalani, mendapatkan balasan terbaik,” lanjut wako.
Wako menjelaskan, pada masa transisi ini Pemerintah Kota Padang memfokuskan kinerja pada pemulihan rumah-rumah warga yang terdampak, relokasi masyarakat ke Hunian Sementara (Huntara), serta pendataan kerusakan secara menyeluruh.
Dia juga menyebut bahwa warga Kota Padang yang rumahnya terdampak dan tidak menempati Hunian Sementara (Huntara) telah menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) senilai Rp600 ribu per bulan. Total penerima se-Kota Padang berjumlah 370.
Selanjutnya, Fadly Amran menerangkan bahwa pemerintah pusat juga akan memberikan bantuan untuk korban bencana yang rumahnya rusak berat, sedang, dan ringan.
“Bapak ibu ini rumahnya kan sudah didata. Nanti akan ada bantuan dari pemerintah pusat senilai Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta rusak sedang dan untuk rusak berat atau rumah hanyut akan dibangunkan hunian tetap,” terangnya.
Ketua Yayasan Dareliman Peduli Surau TV, Muhammad Elvi Syam menyebut bahwa dia bersama lembaga-lembaga yang saling bekerjasama telah mendirikan posko bersama di Gurun Laweh sejak akhir November 2025.
“Di sini ada dapur umum gratis yang menyediakan makanan tiga kali sehari. Kemudian juga ada dapur hangat, berupa goreng-gorengan yang dapat dinikmati warga,” katanya.
Berbagai bantuan lain juga disalurkan, seperti sembako, air bersih, pakaian, trauma healing untuk korban, dan bantuan-bantuan lain.
Pihaknya juga membantu melakukan normalisasi sungai dengan menurunkan alat berat. Para relawan pun ikut membantu warga membersihkan rumah dan material pascabanjir.
Sementara Rektor UPI YPTK, Muhammad Ridwan mengungkapkan bahwa pihaknya siap bekerjasama dengan Pemko Padang. “Kami siap mendengar assesment dari Pemko Padang untuk dapat membantu sesuai kebutuhan. Kamu juga ada 400 orang mahasiswa yang siap jadi relawan,” katanya. (*/ren)

1 day ago
7

















































