Menuju Mandiri Air Bersih, RSUP M. Djamil Mulai Pengeboran Sumur Dalam 120 Meter

11 hours ago 7
PENGEBORAN SUMUR BOR—Menteri PU RI, Dody Hanggodo bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, menyaksikan dimulainya proyek pengeboran sumur dalam (deep well) sedalam 120 meter di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Jumat (30/1).

PADANG, METRORSUP Dr. M. Djamil Padang selangkah lebih dekat memiliki sumber air bersih mandiri yang tahan bencana. Upaya tersebut mulai terwujud setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melakukan kunjungan kerja ke rumah sakit rujukan utama Sumatera bagian tengah itu, Jumat (30/1), sekaligus menandai dimulainya proyek pengeboran sumur dalam (deep well) sedalam 120 meter.

Kunjungan tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Rombongan turut didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah serta Wali Kota Padang Fadly Amran, dan disambut langsung oleh Pelaksana Harian Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K), bersama Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pengeboran sumur da­lam akan segera memasuki tahap pengerjaan fisik. Proyek ini dijadwalkan mulai berjalan efektif pada Sabtu (31/1) dan ditargetkan rampung dalam kurun waktu sekitar sepuluh hari.

“Pengeboran ini merupakan solusi jangka panjang setelah selama lebih dari dua bulan terakhir, Kementerian PU secara konsisten memberikan du­kungan darurat berupa suplai air melalui 14 unit mobil tangki setiap harinya untuk menjaga kelangsu­ngan pelayanan medis,” ujar Dody.

Ia menjelaskan, sumur dengan kedalaman 120 meter tersebut diperkirakan mampu menghasilkan debit air hingga 10 liter per detik. Jika telah beroperasi penuh dan terhubung de­ngan sistem distribusi utama rumah sakit, sumber air ini diyakini dapat memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan air bersih RSUP Dr. M. Djamil.

“Sementara untuk sisa 10 persen kebutuhan lainnya, pemerintah berkomitmen untuk terus mencari formula teknis tambahan agar pemenuhan air bersih di rumah sakit rujukan utama ini dapat mencapai ang­ka 100 persen tanpa hambatan sedikit pun,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada pengeboran, Kementerian PU juga membuka peluang pengembangan infrastruktur pendukung. Usulan pe­ngadaan pompa bertenaga surya serta pemba­ngunan reservoar tambahan mendapat respons positif dan akan direalisasikan secara bertahap.

“Langkah awal yang menjadi prioritas utama adalah penuntasan sumur, yang kemudian akan diikuti secara simultan dengan penyiapan tangki reservoar serta instalasi pipa menuju saluran utama rumah sakit,” tambah Dody.

Dari sisi mutu, pemerintah memastikan kualitas air menjadi perhatian utama. Air yang diambil dari kedalaman 120 meter akan melalui serangkaian uji laboratorium guna menjamin kesesuaiannya de­ngan standar air bersih.

“Setelah kualitasnya teruji dan memenuhi kriteria medis, air baru akan dialirkan masuk ke reservoar dan dipompa menuju saluran utama untuk digunakan dalam berbagai layanan vital rumah sakit, mulai dari kebutuhan ruang operasi hingga unit hemodialisa,” jelasnya.

Plh. Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan duku­ngan yang diberikan pemerintah pusat dan DPR RI. Menurutnya, ketersediaan air bersih merupakan elemen krusial dalam menjaga operasional rumah sakit.

“Kami bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dari Bapak Menteri PU dan dukungan dari Bapak Andre Rosiade. Selama ini, suplai 14 tangki air per hari sangat membantu kami bertahan di tengah keterbatasan pasca-bencana. Namun, dengan dimulai­nya pengeboran sumur dalam 120 meter ini, kami merasa jauh lebih tenang,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kebutuhan air di RSUP Dr. M. Djamil tidak hanya bersifat umum, tetapi sangat spesifik dan sensitif. “Air bersih bukan hanya untuk kebutuhan MCK, tetapi juga vital untuk unit Hemodialisa, ruang operasi, hingga sterilisasi alat medis. Kehadiran sumur dalam ini menjadi jawaban atas kebutuhan keamanan pela­yanan kami bagi masya­rakat Sumatera Barat,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memastikan pihaknya akan terus mengawal proyek tersebut hingga selesai. Ia menilai RSUP Dr. M. Djamil harus memiliki infrastruktur yang kuat dan siap menghadapi kondisi darurat.

“Ini adalah bukti nyata kehadiran negara. Kita tidak ingin pelayanan kesehatan terganggu lagi karena masalah teknis seperti air. Kami di DPR RI akan terus berkolaborasi de­ngan Kementerian PU dan Kementerian Kesehatan agar fasilitas di M. Djamil terus ditingkatkan,” tegas Andre. (rom)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |