
Pekanbaru — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) menggelar simulasi pemadam kebakaran dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat budaya keselamatan kerja serta meningkatkan kesiapsiagaan pekerja dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan kerja.
Simulasi tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) dan dihadiri Kepala Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia, Said Nurul Hidayat; Petugas Penyuluhan Lapangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Hariyanto; serta Manager Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) PLN UIP Sumbagteng, Budi Warman. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai serta petugas keamanan yang terlibat langsung dalam aktivitas operasional dan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Sumatera Bagian Tengah.
Dalam sambutannya, Said Nurul Hidayat menegaskan bahwa penerapan prinsip K3 harus menjadi bagian yang melekat dalam setiap aktivitas kerja, khususnya di sektor ketenagalistrikan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Menurutnya, simulasi pemadam kebakaran menjadi sarana strategis untuk membangun kesadaran, kedisiplinan, serta kesiapan pekerja dalam merespons situasi darurat secara terukur dan sistematis.
Sementara itu, Manager K3L PLN UIP Sumbagteng Budi Warman menjelaskan simulasi pemadam kebakaran ini dirancang secara komprehensif sebagai bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Simulasi mencakup pengenalan potensi sumber kebakaran di area kerja, teknik penanganan awal kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) sesuai klasifikasi kebakaran, hingga prosedur evakuasi yang aman dan terkoordinasi.
Pelaksanaan simulasi dipandu oleh Petugas Penyuluhan Lapangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru, Hariyanto, selaku pemateri. Ia memberikan pembekalan mengenai teori dasar kebakaran, pengenalan jenis-jenis media pemadam, serta praktik langsung penggunaan APAR. Para peserta juga dilatih melakukan respons awal secara cepat dan tepat sesuai standar keselamatan kerja yang berlaku.
“Melalui simulasi ini, pekerja tidak hanya dibekali pemahaman teoritis, tetapi juga keterampilan praktis dalam merespons kondisi darurat. Penanganan awal yang tepat sangat menentukan untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar dan berisiko menimbulkan kerugian jiwa maupun aset,” ujar Budi Warman.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh pekerja dan mitra kerja memahami peran serta tanggung jawab masing-masing dalam situasi darurat. Menurutnya, budaya K3 yang kuat hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur organisasi memiliki kesadaran dan komitmen yang sama terhadap keselamatan kerja.
Senada dengan itu, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) menyampaikan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan prioritas utama PLN dalam seluruh aktivitas pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.
Menurutnya, momentum Bulan K3 Nasional menjadi pengingat penting bagi seluruh insan PLN untuk terus meningkatkan disiplin, kepatuhan terhadap prosedur, serta kewaspadaan terhadap potensi risiko kerja, khususnya di sektor ketenagalistrikan yang memiliki tingkat bahaya tinggi.
“Keselamatan kerja bukan hanya kewajiban, tetapi budaya yang harus tertanam dalam setiap proses kerja. Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan seluruh pekerja memiliki kesiapan dan pemahaman yang memadai dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, PLN UIP Sumbagteng berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara konsisten dan berkelanjutan.
“Dengan budaya K3 yang kuat, kami optimistis pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan aman, andal, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat,” katanya.
Melalui peringatan Bulan K3 Nasional ini, PLN UIP Sumbagteng menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan kerja sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal, aman, dan berorientasi pada perlindungan sumber daya manusia.(*)

1 day ago
10

















































