Pemkab Solok Perkuat Energi Terbarukan, Dukung Transisi Energi Nasional

1 week ago 27

SOLOK -   Dalam upaya strategis mempercepat transisi energi bersih di Indonesia, Bupati Solok, Jon Firman Pandu, turut serta dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Pengembangan Energi Terbarukan di Provinsi Sumatera Barat untuk Mendukung Transisi Energi Nasional”. Acara penting ini diselenggarakan di Hotel Santika Padang pada Kamis, 20 November 25.

Kegiatan yang dihadiri secara virtual oleh Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi ini, menjadi forum krusial untuk menyelaraskan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencapai target energi nasional yang berkelanjutan. Turut hadir pula Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansarullah, beserta jajaran pemerintah daerah, akademisi, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan di sektor energi.

“Terima kasih kepada Gubernur Sumatera Barat yang telah mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini. FGD di Sumatera Barat ini menjadi yang pertama kami adakan sebagai langkah memperkenalkan kembali target-target transisi energi nasional yang perlu kita kawal bersama, ” ujar Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi dalam sambutannya.

Dirjen Eniya Listiani Dewi menambahkan, potensi energi terbarukan di Sumatera Barat sangatlah besar, diperkirakan mencapai 720, 9 megawatt, mencakup pembangkit listrik tenaga air, panas bumi, dan tenaga surya. “Potensi ini harus kita optimalkan secara berkelanjutan, dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, ” tegasnya.

Gubernur Mahyeldi Ansarullah menegaskan posisi strategis Sumatera Barat dalam pengembangan energi bersih. “Sumatera Barat memiliki potensi energi terbarukan yang luar biasa, mulai dari energi air, panas bumi, hingga energi surya. Saat ini terdapat 21 titik lokasi potensi panas bumi yang tersebar di 7 kabupaten. Ini adalah kekuatan besar yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Gubernur menekankan pentingnya kehadiran pemerintah kabupaten dan kota. “Keberhasilan investasi energi terbarukan sangat bergantung pada dukungan dan kesiapan daerah dalam menyediakan ruang, regulasi, dan iklim kerja yang kondusif bagi investor, ” ujarnya.

Bupati Jon Firman Pandu menyambut baik inisiatif ini dengan menekankan urgensi percepatan pengembangan energi terbarukan di Kabupaten Solok. Ia optimis potensi energi air, panas bumi, biomassa, serta energi surya di daerahnya dapat menjadi motor penggerak pembangunan berkelanjutan. “Transisi energi tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga komitmen daerah. Kabupaten Solok siap berkontribusi melalui pemanfaatan potensi energi terbarukan yang kami miliki, sekaligus mendorong investasi dan inovasi di sektor ini, ” ujar Bupati Jon Firman Pandu.

Dalam FGD ini, berbagai strategi pemanfaatan energi ramah lingkungan, regulasi pendukung, tantangan teknis, serta kolaborasi lintas sektor dibahas mendalam. Para peserta sepakat bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku bisnis adalah kunci keberhasilan program transisi energi.

Bupati Solok mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk implementasi di tingkat lokal. “Kami ingin Kabupaten Solok menjadi contoh daerah yang siap menghadapi masa depan energi bersih. Sinergi seperti ini sangat penting agar kita dapat bergerak lebih cepat dan lebih terarah, ” tambahnya.

FGD ditutup dengan perumusan bersama yang akan menjadi landasan rekomendasi kebijakan penguatan energi terbarukan di Sumatera Barat, sejalan dengan target transisi energi nasional menuju emisi nol bersih di masa depan.

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |