KEBAKARAN— Petugas Damkar melakukan penyemprotan air untuk memadamkan api yang membakar rumah di Jalan Pulai Kampung Pinang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur.
PADANG, METRO—Dua rumah yang berada di kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Pulai Kampung Pinang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, mengalami kebakaran pada Senin malam (12/1). Beruntung, musibah kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun kebakaran itu sempat membuat masyarakat setempat panik lantaran takut api menyebar ke bangunan rumahnya. Tak berselang lama, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama armada tiba di lokasi untuk memadamkan api.
Hampir satu jam berjibaku, api yang membakar dua rumah berhasil dipadamkan meski seluruh perabotan dan bangunan tidak dapat diselamatkan. Ditaksir, kerugian material yang ditaksir mencapai Rp750 juta.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi mengatakan bahwa laporan kebakaran diterima pihaknya pada pukul 19.49 WIB. Pihaknya langsung langsung mengerahkan personel dan armada ke lokasi.
“Personel tiba di lokasi hanya dalam waktu tujuh menit. Objek yang terbakar adalah rumah hunian dan rumah kontrakan. Kami mengerahkan sedikitnya tiga unit armada pemadam dengan total 65 personel untuk menjinakkan api di lokasi,” ungkap Rinaldi.
Dijelaskan Rinaldi, berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Jon Ependi (53) yang juga merupakan Ketua RT setempat, serta Syahrul (48), api pertama kali terlihat sudah membesar dari salah satu rumah warga yang terletak di pinggir banjir kanal.
“Kondisi pemukiman yang padat serta akses jalan yang sempit sempat menjadi tantangan bagi petugas di lapangan. Meski demikian, berkat koordinasi antara Dinas Damkar Kota Padang dengan PLN, TNI, Polri, serta unsur KSB dan masyarakat setempat, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.30 WIB,” jelas Rinaldi.
Rinaldi menuturkan, upaya pemadaman ini berhasil menyelamatkan aset bangunan di sekitar lokasi yang nilainya ditaksir mencapai Rp 900 juta. Kebakaran ini berdampak langsung pada dua bangunan permanen dengan luas area terdampak sekitar 8 x 20 meter persegi.
“Bangunan tersebut diketahui milik Dodi (64), seorang buruh harian lepas, dan satu unit lainnya dikontrak oleh Oji (40), yang bekerja sebagai pemungut barang bekas. Terdapat tiga Kepala Keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa yang terdampak. Seluruh penghuni saat ini terpaksa mengungsi karena rumah mereka mengalami rusak berat,” tutur Rinaldi.
Selain itu, Rinaldi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Sedangkan terkait penyebab kebakaran, pihaknya menyerahkannya kepada pihak kepolisian untuk menyelidikinya.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat hunian. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan kepada kami,” tutupnya. (*)

3 hours ago
2

















































