BERBINCANG— Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dan Menlu Sugiono berbincang dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan. Kedua pihak membahas berbagai kerja sama starategis Indonesia-Turkiye.
JAKARTA, METRO–Kerja sama bidang pertahanan antara Indonesia dengan Turkiye semakin kuat. Dalam kunjungan kerja bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin diterima secara langsung oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan di Kantor Kepresidenan Dolmabahce, Istanbul.
Pertemuan Sjafrie dan Sugiono dengan Erdogan berlangsung pada Sabtu (10/1). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sebagai perwakilan dari Indonesia dan Turkiye menegaskan komitmen untuk terus memperkuat dan mempererat kemitraan strategis, utamanya dalam bidang pertahanan, diplomasi, dan kerja sama strategis lainnya.
“Pertemuan ini menegaskan komitmen kuat Indonesia dan Turkiye dalam mempererat kemitraan strategis,” tulis Menhan Sjafrie dalam unggahan pada akun media sosial resminya dikutip Senin (12/1).
Menurut Sjafrie, Presiden Erdogan secara terbuka menyampaikan rasa bangga karena dapat bekerja sama dengan Presiden Prabowo Subianto. Khususnya dalam komitmen untuk meningkatkan kapabilitas pertahanan Indonesia. Sjafrie menyebut, hubungan kerja sama pertahanan Indonesia dengan Turkiye sudah berlangsung lama dan bergulir dengan baik.
Contohnya kerja sama pembangunan Medium Tank Harimau yang kini diproduksi oleh PT Pindad. Alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu dibangun dengan kerja sama antara Indonesia dengan Turkiye. Selain itu, pengadaan dan pengembangan Drone Anka serta diskusi intens pengembangan roket dan sistem artileri jarak menengah, hingga pertukaran pendidikan dan latihan militer kian menegaskan baiknya kerja sama pertahanan Indonesia dengan Turkiye.
“Bersama, kita bangun kolaborasi yang saling menguntungkan demi stabilitas kawasan dan perdamaian dunia,” kata Sjafrie.
Saat ini, Defense Cooperation Agreement (DCA) antara Indonesia dengan Turkiye juga sedang difinalisasi. Dengan hadirnya DCA tersebut, kerja sama Indonesia dengan Turkiye diproyeksi akan semakin komprehensif. Fokusnya tidak hanya pada pengadaan alutsista, melainkan juga pada transfer teknologi, riset bersama, dan pengembangan industri pertahanan domestik.
Sebelum pertemuan dengan Erdona, Menhan Sjafrie dan Menlu Sugiono mengikuti pertemuan perdana Menlu-Menhan (2+2) Indonesia-Turkiye di Ankara pada Jumat (9/1) lalu. Pertemuan itu merupakan amanat langsung dari presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia-Turkiye High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) Februari 2025 lalu. (jpg)

3 hours ago
3

















































