PEMERIKSAAN GIGI— Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gigi dan pemberian aplikasi fluoride pada anak-anak perempuan di Panti Asuhan Aisyiyah, Kota Padang.
Oleh: drg. Puji Kurnia, MDSc, Sp.KGA (Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas)
Masalah gigi berlubang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan anak-anak di Indonesia. Tidak hanyamenyebabkannyeri dan gangguanmakan, karies gigi jugadapat memengaruhi tumbuh kembang serta kepercayaan diri anak. Kondisi ini banyak ditemukan pada kelompok anak dengan keterbatas anak pelayanan kesehatan, termasuk anak-anak yang tinggal di pantiasuhan.
Sebagai upaya pencegahan, timdari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Andalas melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan gigi dan pemberian aplikasi fluoride pada anak-anakperempuan di Panti Asuhan Aisyiyah, Kota Padang. Kegiatan ini diikuti oleh 22 anak dari total 33 anak yang terdaftar, denganrentangusia 10 hingga 19 tahun.
Rangkaian kegiatan ini meliputi edukasi kesehatan gigi diberikan dengan cara yang interaktif dan menyenangkan, menggunakan gambar serta praktik langsung cara menyikat gigi yang benar.
Anak-anak jug menjalani pemeriksaan gigi untuk melihat kebersihan gigi dan mulut, ada tidaknya gigi berlubang, serta kondisi gusi. Setelah itu, dilakukan pemberian fluoride pada gigi sesuai prosedur sebagai upaya untuk memperkuat gigi dan mencegahkerusakangigilebihlanjut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar anak masih mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Hanya satu anak yang dinyatakan bebas dari karies, sementara lainnya mengalami gigi berlubang (karies), radang gusi (gingivitis), atau kombinasi keduanya. Hal ini mencerminkan masih rendahnya kebersihan mulut serta tingginya risiko karies pada anak.
Fluoride, Pelindung Gigi yang Efektif
Salah satu tindakan utama dalam kegiatan ini adalah pemberian aplikasi topical flouride, yaitu pengolesan fluoride langsung pada permukaan gigi. Fluoride dikenal sebagai mineral yang mampu memperkuat lapisan gigi (enamel), membuatnya lebih tahan terhadap asam yang dihasilkan bakteri di dalam mulut.
Pemberian fluoride sangat penting bagi anak dan remaja karena dapat mencegah terbentuknya gigi berlubang serta membantu memperbaiki kerusakan gigi pada tahap awal. Proseduriniaman, cepat, dan tidakmenimbulkan rasa sakit, sehingga cocok diterapkan sebagai langkah pencegahan di masyarakat.
EdukasiMenjadi Kunci Perubahan
Selain tindakan klinis, anak-anak juga mendapatkan edukasi kesehatan gigi dan mulut. Mereka diajarkan cara menyikat gigi yang benar, pentingnya menjaga kebersihan mulut, serta kebiasaan makan sehat yang dapat mengurangi risiko gigi berlubang. Edukasi dilakukan secara interaktif agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan perawatan sesaat, tetapi juga bekal pengetahuan untuk menjaga kesehatan gigi mereka secara mandiri.
Program Berkelanjutan
Tingginya angka karies dan radanggusi pada anak Panti Asuhan menunjuk kanperlunya program kesehatan gigi yang berkelanjutan. Anak-anak di lingkungan Panti Asuhan sering menghadapi keterbatasan pengawasan dan akses terhadap pelayanan kesehatan gigi preventif.
Melalui integrasi pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan gigi, dan aplikasi fluoride secara berkala, diharapkan kesehatan gigi dan mulut anak dapat meningkat secara signifikan. Program semacam ini juga perlu melibatkan pengelola panti serta layanan kesehatan setempat agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangkapanjang.
Upaya sederhana namun konsisten dalam pencegahan karie sakan membantu anak-anak tumbuh dengan gigi yang sehat, senyum yang percaya diri, dan kualitas hidup yang lebih baik. Menjaga kesehatan gigi sejak dini adalah investasi penting bagi masa depan generasi muda.(***)

2 hours ago
2

















































