PADANG, METRO—Universitas Andalas (Unand) menjajaki penguatan kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam berbagai bidang prioritas, meliputi pendidikan, penelitian, pertanian, serta perencanaan kawasan berbasis potensi lokal.
Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Rektor Unand Efa Yonnedi, Ph. D, Wakil Rektor IV Prof. Henmaidi dan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Rinto Wardana Samaloisa, Kamis (8/1) di Ruang Rapat Istana Gubernur.
Pertemuan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Diskusi difokuskan pada upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), penguatan riset terapan, serta pembangunan sektor pertanian dan kawasan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Dikutip dari laman resmi www.unand.ac.id, rektor menyampaikan dalam bidang pendidikan, Rektor menyampaikan kesiapan universitas dalam mendukung peningkatan kompetensi ASN dan staf Pemkab Mentawai melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Pascasarjana. Program ini dinilai sebagai solusi strategis untuk memperkuat kualitas SDM daerah, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui kerja sama teknis di bidang pendidikan.
“Untuk bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Unand melalui LPPM memiliki platform Unand Hub yang dapat menampung berbagai kebutuhan dan permasalahan mitra. Pemkab Kepulauan Mentawai didorong untuk menyampaikan isu-isu riil daerah agar dapat ditindaklanjuti melalui kegiatan penelitian dan pengabdian, sekaligus menjadikan Mentawai sebagai living laboratory bagi aktivitas akademik Unand,” ulas Rektor.
Sementara itu, di sektor pertanian, Bupati Mentawai menyampaikan kebutuhan penyusunan desain dan pencetakan sawah seluas ±1.000 hektare yang akan dilaksanakan secara bertahap.
“Unand siap mendukung melalui pengalaman penyusunan Studi Investigasi dan Desain (SID) sawah, serta pengembangan konsep food estate yang terintegrasi dengan agro wisata,” kata Rektor, menanggapi paparan bupati.
Pertemuan ini juga menegaskan pentingnya penyusunan Rencana Induk Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai sebagai payung kebijakan bagi program OPD, kegiatan SID, penelitian, KKN, hingga penganggaran daerah.
Ke depan, kerja sama akan diperkuat melalui berbagai kegiatan akademik terintegrasi, seperti penelitian mahasiswa S1 bidang pertanian dan peternakan, KKN tematik Mentawai, serta perencanaan kawasan yang mencakup pengembangan waterfront city, forest therapy, dan kawasan berbasis perikanan.
Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun draf Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rencana Induk Pertanian, serta timeline program yang jelas dan bertahap. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai juga mendorong penjajakan pilot project awal, khususnya pada pengairan tenaga surya dan pelaksanaan SID, sebagai langkah konkret implementasi kerja sama.(*)

17 hours ago
4

















































